Mengenal Autism Spectrum Disorder pada Anak, Penyebab Hingga Gejalanya

Rabu, 24 November 2021

Salah satu masalah tumbuh kembang anak yang bisa terjadi yaitu ASD (Autism Spectrum Disorder) atau bisa juga disebut GSA (Gangguan Spektrum Disorder). Meski ini merupakan bentuk kelainan seumur hidup, namun membawa si kecil ke klinik tumbuh kembang anak sedini mungkin akan membantunya agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.

Mengenal Autism Spectrum Disorder pada Anak, Penyebab Hingga Gejalanya

Mengenal Apa Itu Autism Spectrum Disorder

ASD atau autism spectrum disorder merupakan sebuah istilah untuk berbagai gangguan yang berkaitan dengan perkembangan otak dan saraf anak. Dimana gangguan perkembangan neurologis ini bisa mempengaruhi kemampuan si kecil dalam bersosialisasi, berkomunikasi, berinteraksi, dan berperilaku seiring anak bertumbuh besar.

Beberapa kondisi yang termasuk ke dalam spektrum ini antara lain autisme, sindrom heller, gangguan perkembangan pervasif atau PDD-NOS, dan sindrom asperger. Mengapa disebut sebagai spektrum ? Karena kelainan satu ini mempunyai banyak variasi perwujudan gejala, tingkat keparahan yang berbeda, dan jenis penyakit.

Oleh karena itu, pasien di klinik tumbuh kembang anak yang memiliki satu jenis autism spectrum disorder mungkin akan mempunyai gejala yang berbeda dari anak lainnya, yang juga mengalami jenis autism sama atau berbeda di dalam spektrum tersebut. Cara mendampingi masing masing anak juga mungkin bisa sedikit berbeda.


Faktor Penyebab ASD

Ada cukup banyak faktor yang bisa menjadi penyebab autism spectrum disorder ini. Beberapa yang bisa menjadi pemicunya yaitu jenis kelamin, faktor keturunan, penularan selama dalam kandungan, kelahiran prematur, sampai pengaruh dari gangguan lainnya. Menurut penelitian, anak laki laki memang mempunyai risiko yang jauh lebih tinggi mengalami autisme.

Dan mereka yang mempunyai orangtua pengidap autisme juga bisa berisiko menurunkannya pada anak. Pun pada ibu yang sering mengonsumsi obat obatan dan minuman beralkohol selama mengandung, akan memperbesar risiko ini. Terlebih jika anak lahir dalam keadaan prematur, khususnya masa kehamilan 26 minggu atau kurang. Beberapa gangguan lain seperti sindrom down juga bisa menjadi faktor pemicunya.


Beberapa Gejala Autisme pada Anak

Sebaiknya, segera bawa si kecil ke klinik tumbuh kembang anak apabila menemukan beberapa gejala dari ASD ini. Yang mana beberapa gejala yang biasanya ditunjukkan oleh anak penderita autisme yaitu menghindari kontak mata, jarang menunjukkan ekspresi wajah, sering melakukan gerakan berulang, dan berbicara dengan nada tidak biasa.

Anak anak yang mengalami autism spectrum disorder biasanya juga akan menunjukkan gejala seperti tidak merespon ketika namanya dipanggil, tidak mau berbagi dan bermain dengan anak lain, bahkan cenderung tidak mempunyai minat untuk berinteraksi orang lain dan lebih memilih dengan dunianya sendiri. Gejala gejala ini biasanya muncul sejak anak usia 3 tahun.

Seperti yang telah disinggung di awal, deteksi dini pada anak yang mengalami ASD akan membantunya beradaptasi untuk menerima kondisi tersebut. Sehingga anak bisa dididik dan dibimbing dalam komunikasi, keterampilan sosial, hingga perilaku. Oleh karena itu, penting untuk membawa si kecil melakukan pemeriksaan rutin ke klinik tumbuh kembang agar hal hal seperti ini bisa dideteksi. Info Web Resmi : https://www.omdc.co.id/

 
Copyright © 2014. bemsertanejo.net. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License